PENGARUH
PEMBERIAN KUNYIT ASAM TERHADAP
INTENSITAS NYERI SAAT HAID PADA REMAJA PUTRI TINGKAT SMA DI PONDOK PESANTREN
DARUL HIJRAH PUTERI TAHUN 2016.
GIVING EFFECT TO THE INTENSITY OF PAIN TURMERIC ACID WHILE ON ADOLESCENT
HENA FOR SENIOR HIGH SCHOOL LEVEL IN BOARDING SCHOOL DARUL HIJRAH PUTERI YEAR
2016
Nama Peneliti
*korespondensi : @Ainundjaelani@gmail.com
Abstract
Dysmenorrhea
(Disminorea) experienced by woman. The pain felt by every woman is different,
it can be mild pain, moderate, or severe
that interfere with daily activities and women's health. Turmeric, tamarind is
a traditional herb that is believed to be hereditary cope with menstrual pain.
This study aims to determine the effect of acid turmeric to the intensity of
pain during menstruation in young girls at the senior high school level at
Boarding School Darul Hijrah Puteri year 2016. This study is a pre-experimental
with sampling technique with total sampling are 52 respondents. Measurement of
menstrual pain using a pain scale from 0 - 10 (Comparative Pain Scale) on a
checklist. Based on the research before giving turmeric, tamarind majority of
respondents experienced mild pain as many as 32 respondents (61.5%), and after
giving turmeric acid responde majority do not experience menstrual pain as many
as 25 respondents (48.1%). Results Wilcoxon Sign Rank Test, the value of Z
obtained at -6.266 with P Value (Asymp.Sig.2-tailed) of 0.000 which is less
than the critical limit of 0.05, so the hypothesis is accepting H1. Which means
means no effect of turmeric, tamarind against the current intensity of
menstrual pain in adolescent senior high school level in Boarding School Darul
Hijrah Puteri 2016.
Keywords :
Dysmenorrhea, Turmeric Treatment Acid
Pendahuluan
Haid adalah proses pelepasan dinding rahim (Lapisan dalam endometrium)
yang terjadi secara berulang setiap bulan, kecuali pada saat terjadi kehamilan.
Haid biasanya diawali pada usia 9-12 tahun. Ada sebagian yang mengalami lebih
dari 13-15 tahun. Sejak saat itu, perempuan akan terus mengalami haid sepanjang
hidupnya, setiap bulan hingga usia 45-55 tahun yang biasa disebut menopause.
Masa rata-rata perempuan haid antara 3-8 hari dengan siklus rata-rata 28 hari.
Pada saat haid, perempuan ada yang mengalami berbagai gangguan haid dari yang
ringan (5).
Nyeri haid dapat
dikurangi secara farmakologi dan non farmakologis, secara farmakologi adalah
dengan obat golongan nonsteroid
anti-inflammatory drugs (NSAIDs) diantaranya ada ibuprofen, naproxen,
diclofenac, hydrocodone dan acetaminophen, ketoprofen, meclofenamatn sodium
tetapi obat – obatan tersebut menyebabkan ketergantungan dan memiliki
kontraindikasi yaitu hipersinsitifitas, ulkus peptic (tukak lambung),
perdarahan atau perforasi gastrointestinal, insufisiensi ginjal, dan resiko
tinggi perdarahan. Sedangkan Nonfarmakologis dapat dilakukan dengan relaksasi,
olahraga, kompres hangat ,senam, distraksi dan pemberian kunyit asam ( 27).
Bahan dan alat yang
digunakan dalam proses pembuatannya kunyit asam yaitu: kunyit
10 gr, asam jawa 6 gr, gula merah 0,25 ons, 300 ml air yang sudah matang atau bersih dan garam ½ sdt
(sendok teh) dengan cara direbus. Bagi wanita yang sedang datang bulan atau
hard mengkonsumsi jamu kunyit asam cukup 1 gelas dalam sehari selama 1 minggu.
Usahakan jangan lebih dari 1 minggu (1).
Hasil studi
pendahuluan di Pondok Pesantren Darul Hijrah Puteri Pada hari Kamis 21 Januari
– 23 Januari 2016 didapatkan data remaja puteri yang mengalami disminore untuk
istirahat di Klinik adalah 49 orang pada
tahun 2015, karena sebagian remaja puteri yang tidak beristirahat di Klinik, sedangkan
pada Januari 2016, ada 6 siswi diantaranya mengalami nyeri haid
ketika menstruasi dan 4 dari siswi tersebut cukup terganggu kegiatan
sehari-harinya karena mengalami nyeri haid. Siswi yang beristirahat di Klinik
diberikan obat untuk disminore yaitu Scopma dan Papaverine untuk nyeri haid.
Temuan ini memberikan indikasi akan tingginya kejadian nyeri haid (dismenorea)
di Pondok Pesantren Darul Hijrah Puteri.
Berdasarkan permasalahan tersebut diatas, maka penulis tertarik untuk melaksanakan penelitian
dengan judul Pengaruh Pemberian Kunyit
Asam Terhadap Intensitas Nyeri Saat Haid Pada Remaja Putri Tingkat SMA di
Pondok Pesantren Darul Hijrah Puteri tahun 2016.
Metode
Penelitian
Rancangan penelitian ini
merupakan bentuk desain pre eksperimental yaitu dalam pengambilan sampelnya dengan metode total
sampling. Model yang digunakan adalah one group pretest and post tes.
Populasi dalam
penelitian ini adalah semua remaja puteri tingkat SMA yang sudah
pernah mengalami menstruasi dan mengalami nyeri haid di Pondok Pesantren Darul
Hijrah Puteri
periode Februari sampai dengan April 2016 yaitu sebanyak 52 orang (3).
Variabel bebas dalam
penelitian ini adalah pemberian
kunyit asam pada remaja puteri, sedangkan variable terikat dalam penelitian ini
adalah tingkat nyeri haid pada
remaja puteri.
Tekhnik pengumpulan data meliputi data primer yaitu
data yang didapatkan langsung oleh peneliti pada subjek penelitian yaitu remaja
putri yang mengalami nyeri haid dengan menggunakan lembar ceklist (Comparative
Pain Scale). Sedangkan data sekunder dari Buku Register
Klinik dan OSIS tempat penelitian di Pondok Pesantren Darul Hijrah Puteri
Cindai Alus Martapura. Tekhnik analisa data menggunakan analisa univariat
dan bivariat dengan menggunkan uji wilcoxon
sign rank test.
Hasil Penelitian
A.
Analisa Univariat
1.
Identifikasi Tingkat Nyeri
Saat Haid Sebelum Pemberian Kunyit Asam di Pondok Pesantren Darul Hijrah Puteri
tahun 2016.
Dari hasil penelitian pada 52 remaja putri yang
mengalami nyeri haid sebelum pemberian kunyit asam didapatkan hasil pada tabel
1.
1.
Distribusi frekuensi menurut tingkat yeri saat
haid sebelum pemberian kunyit asam di Pondok Pesantren Darul Hijrah Puteri
tahun 2016.
No
|
Tingkat Nyeri
|
Hasil Penelitian sebelum
Pemberian
|
|
Frekuensi
|
Persentase (%)
|
||
1
|
Tidak Nyeri
|
0
|
0,0
|
2
|
Ringan
|
32
|
61,5
|
3
|
Sedang
|
16
|
30,8
|
4
|
Berat
|
4
|
7,7
|
Jumlah
|
52
|
100
|
|
Berdasarkan tabel diatas sebagian
besar remaja putri yang mengalami nyeri ringan sebanyak 32 responden (61,5%).
2.
Identifikasi Tingkat
Nyeri Saat Haid Sesudah Pemberian Kunyit Asam di Pondok Pesantren Darul Hijrah
Pteri tahun 2016.
Dari hasil penelitian pada 52 remaja putri yang
mengalami nyeri haid sesudah pemberian kunyit asam didapatkan hasil pada tabel
2.
2.
Distribusi frekuensi menurut tingkat yeri saat
haid sesudah pemberian kunyit asam di Pondok Pesantren Darul Hijrah Puteri tahun
2016.
No
|
Tingkat Nyeri
|
Hasil Penelitian sesudah
Pemberian
|
|
Frekuensi
|
Persentase (%)
|
||
1
|
Tidak nyeri
|
25
|
48,1
|
2
|
Ringan
|
21
|
40,4
|
3
|
Sedang
|
6
|
11,5
|
4
|
Berat
|
0
|
0,0
|
Jumlah
|
52
|
100
|
|
Berdasarkan tabel diatas sebagian
besar remaja putri tidak mengalami nyeri haid
sebanyak 25 responden (48,1%).
B.
Analisa Bivariat
Analisis Bivariat
dilakukan untuk mengetahui apakah ada Pengaruh Pemberian Kunyit Asam Terhadap
Intensitas Nyeri Saat Haid Pada Remaja Putri Tingkat SMA di Pondok Pesantren
Darul Hijrah Putri Tahun 2016. Dengan terlebih dahulu mengetahui perbedaan
tingkat nyeri haid sebelum dan sesudah pemberian kunyit asam.
3.
Perbedaan Tingkat
Nyeri Haid sebelum dan Sesudah Pemberian Kunyit Asam di Pondok Pesantren Darul
Hijrah Puteri Tahun 2016.
No
|
Variabel
|
Mean
|
Std.Deviation
|
P Value
|
1
|
Sebelum
|
2,46
|
.641
|
0,000
|
2
|
Sesudah
|
1,63
|
.687
|
Berdasarkan tabel 4.7
di atas diperoleh hasil mean sebelum pemberian kunyit asam yaitu 2,43 sedangkan
setelah pemberian kunyit asam yatu 1,63, yang berarti ada penurunan skala nyeri saat
haid sebelum dan sesudah pemberian sebanyak 0,83. Yang berarti skala
nyeri haid pada remaja puteri mengalami penuruanan setelah dilakukannya
pemberian kunyit asam. Yang berarti pemberian kunyit asam terhadap intensitas
nyeri saat haid bermakna p < a (0,05) maka didapatkan nilai p value = 0,000
< a (0,05) yang berarti Ha diterima dan Ho ditolak.
Pembahasan
A.
Analisa Univariat
1.
Tingkat Nyeri Saat
Haid Pada Remaja Putri sebelum pemberian kunyit asam di Pondok Pesantren Darul
Hijrah Puteri tahun 2016.
Berdasarkan
dari penelitian yang dilakukan tentang Pengaruh Pemberian Kunyit Asam Terhadap
Intensitas Nyeri Saat Haid Pada Remaja Putri Tingkat SMA di Pondok Pesantren
Darul Hijrah Puteri Tahun 2016. Sebelum dilakukan pemberian kunyit asam pada 52
responden didapatkan hasil pengukuran sebanyak 0 (0,0%)
responden yang tidak merasakan nyeri haid, nyeri ringan 32 responden (61,5%), nyeri sedang 16 responden (30,8%), dan nyeri berat 4 responden (7,7%). Dengan demikian sebagian besar responden mengalami nyeri ringan yaitu sebanyak 32 responden (61,5%). Menurut penelitian ini responden mengalami nyeri haid
karena his (kontraksi rahim) yang disebabkan adanya peningkatan prostaglandin.
Prostaglandin (PG) merupakan devirat
asam prostanoid dan diproduksi dari asam arakidonat diberbagai jaringan tubuh.
Kontraksi myometrium yang disebabkan oleh PG akan mengurangi aliran darah,
sehingga terjadi iskemia sel – sel myometrium yang mengakibatkan timbulnya
spasmodik. Jika PG dilepaskan dalam jumlah berlebihan ke dalam peredaran darah,
maka selain nyeri had timbul pula pegaruh umum lainnya seperti diare,mual dan
muntah (30).
Nyeri haid dapat
dikurangi secara farmakologi dan non farmakologis, secara farmakologi adalah
dengan obat golongan nonsteroid
anti-inflammatory drugs (NSAIDs) diantaranya ada ibuprofen, naproxen,
diclofenac, hydrocodone dan acetaminophen, ketoprofen, meclofenamatn sodium
tetapi obat – obatan tersebut menyebabkan ketergantungan dan memiliki
kontraindikasi yaitu hipersinsitifitas, ulkus peptic (tukak lambung),
perdarahan atau perforasi gastrointestinal, insufisiensi ginjal, dan resiko
tinggi perdarahan. Sedangkan Nonfarmakologis dapat dilakukan dengan relaksasi,
olahraga, kompres hangat ,senam, distraksi dan pemberian kunyit asam (27).
2.
Tingkat Nyeri Saat Haid
Pada Remaja Putri sesudah pemberian kunyit asam di Pondok Pesantren Darul
Hijrah Puteri tahun 2016.
Berdasarkan
dari penelitian yang dilakukan tentang Pengaruh Pemberian Kunyit Asam Terhadap
Intensitas Nyeri Saat Haid Pada Remaja Putri Tingkat SMA di Pondok Pesantren
Darul Hijrah Puteri Tahun 2016. Sebelum dilakukan pemberian kunyit asam pada 52
responden didapatkan hasil pengukuran sebanyak 25 responden (48,1%) tidak mengalami nyeri, nyeri ringan 21 (40,4%), nyeri sedang sebanyak 6 responden
(11,5%) nyeri berat 0 responden (0,0 %). Dengan demikian, sebagian besar responden tidak mengalami nyeri yaitu sebanyak 25
esponden (48,1%).
Hal ini menunjukkan bahwa dengan
meminum ramuan kunyit asam terjadi penurunan nyeri haid dan memeperlancar
peredaran darah sehingga kontraksi rahim tidak berlebih.
Kunyit asam sebagai pengobatan
nonfarmakolgis yang berupa tanaman herbal. Rimpang
kunyit mengandung curcumin, karbohidrat,
protein, vitamin C, kalsium, fosfor, besi, turmeron, sineol, borneol, karvon,
damar, gom, dan lemak. Meminum kunyit asam
memiliki khasiat dasar sebagai antiinflantasi dan antipretik adalah curcumine,
sedangkan sebagai analgetik adalah curcumentol. Buah asam jawa, memiliki
kandungan tannins, saponins, sesquiterpenens, alkaloid, dan phlobotamins untuk
mengurangi aktivitas system syaraf. Lebih spesifik dapat dijelaskan bahwa kandungan curcumine
pada kunyit dan anthocyanin pada asam jawa akan menghambat proses inflamasi
yang berperan sebagai inhibitor enzim siklooksigenase (COX). Mekanisme biokimia terpenting yang dihambat oleh
curcumine adalah influks ion kalsium kedalam sel – sel ipetel uterus yang dapat
mengurangi kontraksi uterus atau bahkan hilang sehingga tidak terjadi
disminorea (8).
Bahan-bahan yang
diperlukan untuk membuat minuman untuk nyeri dismenore adalah sebagai berikut Rimpang
Kunyit 10gr, Buah Asam 6 gr Gula Merah 0,25 ons, Air
300 ml dan Garam ½ sendok teh (1).
Cara Membuat :
1) Bersihkan kunyit lalu
diparut atau blender. Kemudian kunyit yang telah halus di saring dan diambil
sari atau airnya.
2) Rebus air perasan
kunyit dengan menambahkan asam, gula dan garam sampai campuran benar-benar
mendidih (sambil di aduk-aduk).
3) Bila telah mendidih,
angkat dan dinginkan.
4) Jamu kunyit asem siap
untuk diminum, bisa juga ditambahkan es batu.
3.
Perbedaan Tingkat
Nyeri Saat Haid Pada Remaja Putri Sebelum dan Sesudah pemberian kunyit asam di
Pondok Pesantren Darul Hijrah Puteri tahun 2016.
Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan tentang
Pengaruh Pemberian Kunyit Asam Terhadap Intensitas Nyeri Saat Haid Pada Remaja
Putri Tingkat SMA Di Pondok Pesantren Darul Hijrah Puteri Tahun 2016 diperoleh hasil
mean sebelum pemberian kunyit asam yaitu 2,43 sedangkan setelah pemberian
kunyit asam yatu 1,63, yang berarti ada penurunan skala nyeri saat
haid sebelum dan sesudah pemberian sebanyak 0,83. Yang berarti skala
nyeri haid pada remaja puteri mengalami penuruanan setelah dilakukannya
pemberian kunyit asam. Yang berarti pemberian kunyit asam terhadap intensitas
nyeri saat haid bermakna p < a (0,05) maka didapatkan nilai p value = 0,000
< a (0,05) yang berarti Ha diterima dan Ho ditolak.
Hasil Penelitian ini dapat dlihat dari perbedaan yang signifikan yaitu
sebelum pemberian kunyit asam terdapat 4 responden (7,7%) yang mengalami nyeri
berat dan setelah pemberian kunyit asam mengalami penurunan skala nyeri dengan
0 responden (0,0%) yang merasakan nyeri berat saat haid.
Minum kunyit asam adalah minuman yang bahan utamanya berasa dari kunyit dan
asam. Secara alamiah kunyit dipercaya memiliki kandungan senyawa fenolik
sebagai anti oksidan, bermanfaat sebagai analgetik, anti-inflantasi,
antimikroba, serta pembersih darah. Senyawa aktif yang terdapat pada kunyit yaitu
curcumine. (25).
Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan Dannik (2012) bahwa sebelum diberikan
perlakuan pemberian kunyit asam responden yang mengalami nyeri dengan tingkat
ringan sebanyak 7 responden (35,00%), nyeri sedang sebanyak 12 responden
(60,00%), nyeri berat berjumlah 1 responden (5,00%). Setelah diberikan
perlakuan, nyeri tersebut turun menjadi tidak nyeri dengan 2 responden
(10,00%), nyeri ringan 17 responden (85,00%), nyeri sedang sebanyak 1 responden
(5,00%) dan tidak ada responden yang masih mengalami nyeri. Kesimpulan
penelitian Dannika (2012) bahwa terdapat pengaruh pemberian kunyit asam
terhadap kejadian disminorea pada remaja putri ditunjukkan dengan hasil analisa
data yaitu nilai p=0,000 denga taraf kesalahan 0,005 atau 5%.
Hal ini membuktikan bahwa pemberian kunyit asam efektif untuk membantu
mengatasi nyeri haid pada remaja putri, Sehingga dalam penelitian ini terdapat
Pengaruh Pemberian Kunyit Asam Terhadap Intensitas Nyeri Saat Haid Pada Remaja
Putri Tingkat SMA Di Pondok Pesantren
Darul Hijrah Puteri Tahun 2016.
Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian yang dilakuan tentang
Pengaruh Pemberian Kunyit Asam Terhadap Intensitas Nyeri Saat Haid Pada Remaja
Putri Tingkat SMA di Pondok Pesantren Darul Hijrah Puteri Tahun 2016, sebagia
berikut
1.
Tingkat nyeri haid
sebelum pemberian kunyit asam mayoritas responden mengalami nyeri haid ringan
yaitu sebanyak 32 responden (61,5%)
2.
Tingkat nyeri haid
setelah pemberian kunyit asam mayoritas tidak mengalami nyeri haid yaitu
sebanyak 25 responden (48,1%).
3.
Hasil Uji Wilcoxon
Signed RanK Test ada perbedaan antara hasil perlakuan dari sesudah dan sebelum
pemberian kunyit asam dengan temuan Sig.=0,000 jadi nilai sig.<0,05.
Daftar Pustaka
1.
Abdul Muiz. 2015. Manfaat dan Cara Pembuatan Kunyit Asam. (http://mazmuiz.co.id). di akses pada tanggal 11 Januari 2016
2.
Agus, H.A. 2011. Tanaman Obat Indonesia. Jakarta: Salemba Medika.
3.
Agus, Riyanto. 2010. Metodologi Penelitian Kesehatan. Bandung
: Muha Medika
4.
Ahimsa. 2010. Pengaruh Kebiasaan Mengkonsumsi Minum Kunyit
Asam Terhadap Keluhan Disminore Primer Pada Remaja Putri Di Kotamadya Surakarta.
5.
Anurogo, D & Wulandari, A. 2011. Cara Jitu Mengatasi Nyeri Haid.
Yogyakarta: Penerbit Andi.
6.
Data
Register Klinik Pondok Pesantren Darul Hijrah Putri Tahun 2016.
7.
Data
Register Klinik Pondok Pesantren Darul Hijrah Putri Tahun 2016
8.
Dannik K. S. 2012. Pengaruh Pemberian Kunyit Asam Terhadap
Kejadian Disminorea Pada Remaja Putri Di Pedukuhan Dagen Pendowohardjo Sewon.
9.
Dyah Novita Anggrain. 2015. Nyeri haid. (http://www.klikdokter.com). Di akses pada tanggal 11 Januari 2016.
10. Edmundson, Laurel D. 2006. Dysminorrhea Overvie. E-Medicine Emergency Medicine. Available from
(http://emedicine.medscape.com/article/795677-overview/ di akses pada tanggal 05 Juni 2016
11. Erlenie, Dia. 2016. Pengaruh Minum
Kunyit (Curcuma Domestica Val) Dan Asam Jawa (Tamarindus Indica L) Terhadap Penurunan Nyeri Haid
(Disminore) Primer Pada Mahasiswi Akademi Kebidanan
Angkatan 2014 Semester VI 2016 di Poltekes Kemenkes Banjarmasin.
12. Hakimah, I.A. 2016. 81 Macam Buah
Berkhasiat Istimewa. Yogyakarta: In Azna Books.
13. Hariana, H.A 2014. Tumbuhan Obat
dan Khasiatnya. Seri 1. Jakarta: Penebar Swadaya.
15. Mansur, H. 2009. Psikologi Ibu dan
anak untuk Kebidanan. Jakarta: Salemba Medika.
16. Murti & Poerba. 2010. 101
Ramuan Tradisional untuk Mengatasi Berbagai Penyakit. Yogyakarta: Bintang Pustaka Abadi.
17. Nordqvisi, Christian. 2014. Whats
is pain? Penyebab rasa apa?. (http://www.medicalnewstoday.com). diakses tanggal 18 Januari 2016.
18. Nurchasanah. 2014. Ensiklopedia
Kesehatan Wanita. Yogyakarta: Familia.
19. Olivia, Alam & Hadibroto. 2010. Minum
Kunyit Asam. (htt://wisuda.unud.ac.id) di akses 18 Januari 2016.
20. Profil Pondok
Pesantren Darul Hijrah Puteri tahun 2016
21. Pribakti, B. 2010. Menstruasi.
Dalam: Proverawati A. (2014). Menarche Menstruasi Pertama Penuh.
Yogyakarta: Muha Medika.
22. Putri, M.
2011. Tanaman Obat
yang Harus Ada
Dalam Pekarangan Rumah Kita. Yogyakarta: Sinar Ilmu Publishing.
23. Sastrowardoyo. 2007. Sulit Hamil Akibat Nyeri Haid
Endometriosis Dapat Diobati. (http://istrisehat.weebly.com) di akses pada tanggal 10 Juni 2016
24. Simanjuntak, P. 2008. Gangguan Haid dan Siklusnya. Dalam : Prawirohardjo, Sarono,
Wiknjosastro, Hanifa, edisi 2. Ilmu Kandungan. Jakarta : Bina Pustaka
Sarwono Prawirohardjo, 229-232
25. Sina , M. Yusuf. 2012. Khasiat Super Minuman Alami Tradisional Beras Kencur & Kunyit
Asam Menyehatkan dan Menyegarkan Tubuh Tanpa Efek Samping. Yogyakarta :
Diandra Pustaka Indonesia
26. Rahariyani, D. 2008. Buku Ajar
Asuhan Keperawatan Kline Gangguan Sistem Integumen. EGC. Jakarta.
27. Vonny M & Ari.es W. 2013. Efektifitas
Kompres Hangat Dalam Menurunkan Intensitas Nyeri Disminorea Pada mahasiswa Stikes RS.Baptis. Kediri : STIKES RS. Baptis Kediri.
28. Winarso. 2013. Pengaruh Minum Kunyit Asam Terhadap
Penurunan Tingkat Nyeri Disminorea Primer Pada Siswi Madrasah Tsanawiyah Negeri
Jatinom Klaten.
29. Yani W, dkk. 2009. Kesehatan
Reproduksi. Yogyakarta: Penerbit Fitramaya.
30. Yunita, Y. 2014. Efektifitas
Terapi Kompres Hangat Terhadap Tingkat Nyeri Haid (Disminore) Pada Remaja Putri Di SMAN 1
Rantau Kabupaten Tapin Tahun 2014. Banjarbaru.