Sabtu, 20 Agustus 2016

PENGARUH PEMBERIAN KUNYIT ASAM TERHADAP INTENSITAS NYERI SAAT HAID PADA REMAJA PUTRI TINGKAT SMA DI PONDOK PESANTREN DARUL HIJRAH PUTERI TAHUN 2016.

PENGARUH PEMBERIAN KUNYIT ASAM TERHADAP INTENSITAS NYERI SAAT HAID PADA REMAJA PUTRI TINGKAT SMA DI PONDOK PESANTREN DARUL HIJRAH PUTERI TAHUN 2016.

GIVING EFFECT TO THE INTENSITY OF PAIN TURMERIC ACID WHILE ON ADOLESCENT HENA FOR SENIOR HIGH SCHOOL LEVEL IN BOARDING SCHOOL DARUL HIJRAH PUTERI YEAR 2016

Nama Peneliti
*korespondensi : @Ainundjaelani@gmail.com
                                                                
Abstract
Dysmenorrhea (Disminorea) experienced by woman. The pain felt by every woman is different, it  can be mild pain, moderate, or severe that interfere with daily activities and women's health. Turmeric, tamarind is a traditional herb that is believed to be hereditary cope with menstrual pain. This study aims to determine the effect of acid turmeric to the intensity of pain during menstruation in young girls at the senior high school level at Boarding School Darul Hijrah Puteri year 2016. This study is a pre-experimental with sampling technique with total sampling are 52 respondents. Measurement of menstrual pain using a pain scale from 0 - 10 (Comparative Pain Scale) on a checklist. Based on the research before giving turmeric, tamarind majority of respondents experienced mild pain as many as 32 respondents (61.5%), and after giving turmeric acid responde majority do not experience menstrual pain as many as 25 respondents (48.1%). Results Wilcoxon Sign Rank Test, the value of Z obtained at -6.266 with P Value (Asymp.Sig.2-tailed) of 0.000 which is less than the critical limit of 0.05, so the hypothesis is accepting H1. Which means means no effect of turmeric, tamarind against the current intensity of menstrual pain in adolescent senior high school level in Boarding School Darul Hijrah Puteri 2016.

Keywords : Dysmenorrhea, Turmeric Treatment Acid

Pendahuluan


Haid adalah proses pelepasan dinding rahim (Lapisan dalam endometrium) yang terjadi secara berulang setiap bulan, kecuali pada saat terjadi kehamilan. Haid biasanya diawali pada usia 9-12 tahun. Ada sebagian yang mengalami lebih dari 13-15 tahun. Sejak saat itu, perempuan akan terus mengalami haid sepanjang hidupnya, setiap bulan hingga usia 45-55 tahun yang biasa disebut menopause. Masa rata-rata perempuan haid antara 3-8 hari dengan siklus rata-rata 28 hari. Pada saat haid, perempuan ada yang mengalami berbagai gangguan haid dari yang ringan (5).
Nyeri haid dapat dikurangi secara farmakologi dan non farmakologis, secara farmakologi adalah dengan obat golongan nonsteroid anti-inflammatory drugs (NSAIDs) diantaranya ada ibuprofen, naproxen, diclofenac, hydrocodone dan acetaminophen, ketoprofen, meclofenamatn sodium tetapi obat – obatan tersebut menyebabkan ketergantungan dan memiliki kontraindikasi yaitu hipersinsitifitas, ulkus peptic (tukak lambung), perdarahan atau perforasi gastrointestinal, insufisiensi ginjal, dan resiko tinggi perdarahan. Sedangkan Nonfarmakologis dapat dilakukan dengan relaksasi, olahraga, kompres hangat ,senam, distraksi dan pemberian kunyit asam ( 27).
Bahan dan alat yang digunakan dalam proses pembuatannya kunyit asam yaitu: kunyit 10 gr, asam jawa 6 gr, gula merah 0,25 ons, 300 ml air  yang sudah matang atau bersih dan garam  ½  sdt (sendok teh) dengan cara direbus. Bagi wanita yang sedang datang bulan atau hard mengkonsumsi jamu kunyit asam cukup 1 gelas dalam sehari selama 1 minggu. Usahakan jangan lebih dari 1 minggu (1).
Hasil studi pendahuluan di Pondok Pesantren Darul Hijrah Puteri Pada hari Kamis 21 Januari – 23 Januari 2016 didapatkan data remaja puteri yang mengalami disminore untuk istirahat di Klinik adalah 49  orang pada tahun 2015, karena sebagian remaja puteri yang tidak beristirahat di Klinik, sedangkan pada Januari 2016, ada 6 siswi diantaranya mengalami nyeri haid ketika menstruasi dan 4 dari siswi tersebut cukup terganggu kegiatan sehari-harinya karena mengalami nyeri haid. Siswi yang beristirahat di Klinik diberikan obat untuk disminore yaitu Scopma dan Papaverine untuk nyeri haid. Temuan ini memberikan indikasi akan tingginya kejadian nyeri haid (dismenorea) di Pondok Pesantren Darul Hijrah Puteri.
Berdasarkan permasalahan tersebut diatas, maka penulis tertarik untuk melaksanakan penelitian dengan  judul Pengaruh Pemberian Kunyit Asam Terhadap Intensitas Nyeri Saat Haid Pada Remaja Putri Tingkat SMA di Pondok Pesantren Darul Hijrah Puteri tahun 2016.




Metode Penelitian


Rancangan penelitian ini merupakan bentuk desain pre eksperimental yaitu dalam pengambilan sampelnya dengan metode total sampling. Model yang digunakan adalah one group pretest and post tes.
Populasi dalam penelitian ini adalah semua remaja puteri tingkat SMA yang sudah pernah mengalami menstruasi dan mengalami nyeri haid di Pondok Pesantren Darul Hijrah Puteri periode Februari sampai dengan April 2016 yaitu sebanyak 52 orang (3).
Variabel bebas dalam penelitian ini adalah pemberian kunyit asam pada remaja puteri, sedangkan variable terikat dalam penelitian ini adalah tingkat nyeri haid pada remaja puteri.
Tekhnik pengumpulan data meliputi data primer yaitu data yang didapatkan langsung oleh peneliti pada subjek penelitian yaitu remaja putri yang mengalami nyeri haid dengan menggunakan lembar ceklist (Comparative Pain Scale). Sedangkan data sekunder dari Buku Register Klinik dan OSIS tempat penelitian di Pondok Pesantren Darul Hijrah Puteri Cindai Alus Martapura. Tekhnik analisa data menggunakan analisa univariat dan bivariat dengan menggunkan uji wilcoxon sign rank test.

Hasil Penelitian
A.    Analisa Univariat
1.    Identifikasi Tingkat Nyeri Saat Haid Sebelum Pemberian Kunyit Asam di Pondok Pesantren Darul Hijrah Puteri tahun 2016.
Dari hasil penelitian pada 52 remaja putri yang mengalami nyeri haid sebelum pemberian kunyit asam didapatkan hasil pada tabel 1.
1.     Distribusi frekuensi menurut tingkat yeri saat haid sebelum pemberian kunyit asam di Pondok Pesantren Darul Hijrah Puteri tahun 2016.
No
Tingkat Nyeri
Hasil Penelitian sebelum Pemberian
Frekuensi
Persentase (%)
1
Tidak Nyeri
0
0,0
2
Ringan
32
61,5
3
Sedang
16
30,8
4
Berat
4
7,7

Jumlah
52
100

Berdasarkan tabel diatas sebagian besar remaja putri yang mengalami nyeri ringan sebanyak 32 responden (61,5%).

2.    Identifikasi Tingkat Nyeri Saat Haid Sesudah Pemberian Kunyit Asam di Pondok Pesantren Darul Hijrah Pteri tahun 2016.
Dari hasil penelitian pada 52 remaja putri yang mengalami nyeri haid sesudah pemberian kunyit asam didapatkan hasil pada tabel 2.
2.     Distribusi frekuensi menurut tingkat yeri saat haid sesudah pemberian kunyit asam di Pondok Pesantren Darul Hijrah Puteri tahun 2016.
No
Tingkat Nyeri
Hasil Penelitian sesudah Pemberian
Frekuensi
Persentase (%)
1
Tidak nyeri
25
48,1
2
Ringan
21
40,4
3
Sedang
6
11,5
4
Berat
0
0,0

Jumlah
52
100

Berdasarkan tabel diatas sebagian besar remaja putri tidak mengalami nyeri haid  sebanyak 25  responden (48,1%).

B.    Analisa Bivariat
Analisis Bivariat dilakukan untuk mengetahui apakah ada Pengaruh Pemberian Kunyit Asam Terhadap Intensitas Nyeri Saat Haid Pada Remaja Putri Tingkat SMA di Pondok Pesantren Darul Hijrah Putri Tahun 2016. Dengan terlebih dahulu mengetahui perbedaan tingkat nyeri haid sebelum dan sesudah pemberian kunyit asam.
3.     Perbedaan Tingkat Nyeri Haid sebelum dan Sesudah Pemberian Kunyit Asam di Pondok Pesantren Darul Hijrah Puteri Tahun 2016.
No
Variabel
Mean
Std.Deviation
P Value
1
Sebelum
2,46
.641
0,000
2
Sesudah
1,63
.687
Berdasarkan tabel 4.7 di atas diperoleh hasil mean sebelum pemberian kunyit asam yaitu 2,43 sedangkan setelah pemberian kunyit asam yatu 1,63, yang berarti ada penurunan skala  nyeri saat  haid sebelum dan sesudah pemberian sebanyak 0,83. Yang berarti skala nyeri haid pada remaja puteri mengalami penuruanan setelah dilakukannya pemberian kunyit asam. Yang berarti pemberian kunyit asam terhadap intensitas nyeri saat haid bermakna p < a (0,05) maka didapatkan nilai p value = 0,000 < a (0,05) yang berarti Ha diterima dan Ho ditolak.

Pembahasan
A.    Analisa Univariat
1.    Tingkat Nyeri Saat Haid Pada Remaja Putri sebelum pemberian kunyit asam di Pondok Pesantren Darul Hijrah Puteri tahun 2016.
           Berdasarkan dari penelitian yang dilakukan tentang Pengaruh Pemberian Kunyit Asam Terhadap Intensitas Nyeri Saat Haid Pada Remaja Putri Tingkat SMA di Pondok Pesantren Darul Hijrah Puteri Tahun 2016. Sebelum dilakukan pemberian kunyit asam pada 52 responden didapatkan hasil pengukuran sebanyak 0 (0,0%)  responden yang tidak merasakan nyeri haid, nyeri ringan 32 responden (61,5%), nyeri sedang 16 responden (30,8%), dan nyeri berat 4 responden (7,7%). Dengan demikian sebagian besar responden mengalami nyeri ringan yaitu sebanyak 32 responden (61,5%). Menurut penelitian ini responden mengalami nyeri haid karena his (kontraksi rahim) yang disebabkan adanya peningkatan prostaglandin.
           Prostaglandin (PG) merupakan devirat asam prostanoid dan diproduksi dari asam arakidonat diberbagai jaringan tubuh. Kontraksi myometrium yang disebabkan oleh PG akan mengurangi aliran darah, sehingga terjadi iskemia sel – sel myometrium yang mengakibatkan timbulnya spasmodik. Jika PG dilepaskan dalam jumlah berlebihan ke dalam peredaran darah, maka selain nyeri had timbul pula pegaruh umum lainnya seperti diare,mual dan muntah (30).
           Nyeri haid dapat dikurangi secara farmakologi dan non farmakologis, secara farmakologi adalah dengan obat golongan nonsteroid anti-inflammatory drugs (NSAIDs) diantaranya ada ibuprofen, naproxen, diclofenac, hydrocodone dan acetaminophen, ketoprofen, meclofenamatn sodium tetapi obat – obatan tersebut menyebabkan ketergantungan dan memiliki kontraindikasi yaitu hipersinsitifitas, ulkus peptic (tukak lambung), perdarahan atau perforasi gastrointestinal, insufisiensi ginjal, dan resiko tinggi perdarahan. Sedangkan Nonfarmakologis dapat dilakukan dengan relaksasi, olahraga, kompres hangat ,senam, distraksi dan pemberian kunyit asam (27).

2.  Tingkat Nyeri Saat Haid Pada Remaja Putri sesudah pemberian kunyit asam di Pondok Pesantren Darul Hijrah Puteri tahun 2016.
           Berdasarkan dari penelitian yang dilakukan tentang Pengaruh Pemberian Kunyit Asam Terhadap Intensitas Nyeri Saat Haid Pada Remaja Putri Tingkat SMA di Pondok Pesantren Darul Hijrah Puteri Tahun 2016. Sebelum dilakukan pemberian kunyit asam pada 52 responden didapatkan hasil pengukuran sebanyak 25 responden (48,1%) tidak mengalami nyeri, nyeri ringan 21 (40,4%), nyeri sedang sebanyak 6 responden (11,5%) nyeri berat 0 responden (0,0 %). Dengan demikian, sebagian besar  responden tidak mengalami nyeri yaitu sebanyak 25 esponden (48,1%).
           Hal ini menunjukkan bahwa dengan meminum ramuan kunyit asam terjadi penurunan nyeri haid dan memeperlancar peredaran darah sehingga kontraksi rahim tidak berlebih.
           Kunyit asam sebagai pengobatan nonfarmakolgis yang berupa tanaman herbal. Rimpang kunyit mengandung curcumin, karbohidrat, protein, vitamin C, kalsium, fosfor, besi, turmeron, sineol, borneol, karvon, damar, gom, dan lemak. Meminum kunyit asam memiliki khasiat dasar sebagai antiinflantasi dan antipretik adalah curcumine, sedangkan sebagai analgetik adalah curcumentol. Buah asam jawa, memiliki kandungan tannins, saponins, sesquiterpenens, alkaloid, dan phlobotamins untuk mengurangi aktivitas system syaraf. Lebih spesifik  dapat dijelaskan bahwa kandungan curcumine pada kunyit dan anthocyanin pada asam jawa akan menghambat proses inflamasi yang berperan sebagai inhibitor enzim siklooksigenase (COX). Mekanisme  biokimia terpenting yang dihambat oleh curcumine adalah influks ion kalsium kedalam sel – sel ipetel uterus yang dapat mengurangi kontraksi uterus atau bahkan hilang sehingga tidak terjadi disminorea (8).
Bahan-bahan yang diperlukan untuk membuat minuman untuk nyeri dismenore adalah sebagai berikut Rimpang Kunyit 10gr, Buah Asam 6 gr Gula Merah 0,25 ons, Air 300 ml dan Garam ½ sendok teh (1).
Cara Membuat :
1)  Bersihkan kunyit lalu diparut atau blender. Kemudian kunyit yang telah halus di saring dan diambil sari atau airnya.
2)  Rebus air perasan kunyit dengan menambahkan asam, gula dan garam sampai campuran benar-benar mendidih (sambil di aduk-aduk).
3)  Bila telah mendidih, angkat dan dinginkan.
4)  Jamu kunyit asem siap untuk diminum, bisa juga ditambahkan es batu.

3.    Perbedaan Tingkat Nyeri Saat Haid Pada Remaja Putri Sebelum dan Sesudah pemberian kunyit asam di Pondok Pesantren Darul Hijrah Puteri tahun 2016.
Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan tentang Pengaruh Pemberian Kunyit Asam Terhadap Intensitas Nyeri Saat Haid Pada Remaja Putri Tingkat SMA Di Pondok Pesantren Darul Hijrah Puteri Tahun 2016 diperoleh hasil mean sebelum pemberian kunyit asam yaitu 2,43 sedangkan setelah pemberian kunyit asam yatu 1,63, yang berarti ada penurunan skala  nyeri saat  haid sebelum dan sesudah pemberian sebanyak 0,83. Yang berarti skala nyeri haid pada remaja puteri mengalami penuruanan setelah dilakukannya pemberian kunyit asam. Yang berarti pemberian kunyit asam terhadap intensitas nyeri saat haid bermakna p < a (0,05) maka didapatkan nilai p value = 0,000 < a (0,05) yang berarti Ha diterima dan Ho ditolak.
Hasil Penelitian ini dapat dlihat dari perbedaan yang signifikan yaitu sebelum pemberian kunyit asam terdapat 4 responden (7,7%) yang mengalami nyeri berat dan setelah pemberian kunyit asam mengalami penurunan skala nyeri dengan 0 responden (0,0%) yang merasakan nyeri berat saat haid.
Minum kunyit asam adalah minuman yang bahan utamanya berasa dari kunyit dan asam. Secara alamiah kunyit dipercaya memiliki kandungan senyawa fenolik sebagai anti oksidan, bermanfaat sebagai analgetik, anti-inflantasi, antimikroba, serta pembersih darah. Senyawa aktif yang terdapat pada kunyit yaitu curcumine. (25).
Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan  Dannik (2012) bahwa sebelum diberikan perlakuan pemberian kunyit asam responden yang mengalami nyeri dengan tingkat ringan sebanyak 7 responden (35,00%), nyeri sedang sebanyak 12 responden (60,00%), nyeri berat berjumlah 1 responden (5,00%). Setelah diberikan perlakuan, nyeri tersebut turun menjadi tidak nyeri dengan 2 responden (10,00%), nyeri ringan 17 responden (85,00%), nyeri sedang sebanyak 1 responden (5,00%) dan tidak ada responden yang masih mengalami nyeri. Kesimpulan penelitian Dannika (2012) bahwa terdapat pengaruh pemberian kunyit asam terhadap kejadian disminorea pada remaja putri ditunjukkan dengan hasil analisa data yaitu nilai p=0,000 denga taraf kesalahan 0,005 atau 5%.
Hal ini membuktikan bahwa pemberian kunyit asam efektif untuk membantu mengatasi nyeri haid pada remaja putri, Sehingga dalam penelitian ini terdapat Pengaruh Pemberian Kunyit Asam Terhadap Intensitas Nyeri Saat Haid Pada Remaja Putri Tingkat  SMA Di Pondok Pesantren Darul Hijrah Puteri Tahun 2016.
Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian yang dilakuan tentang Pengaruh Pemberian Kunyit Asam Terhadap Intensitas Nyeri Saat Haid Pada Remaja Putri Tingkat SMA di Pondok Pesantren Darul Hijrah Puteri Tahun 2016, sebagia berikut
1.    Tingkat nyeri haid sebelum pemberian kunyit asam mayoritas responden mengalami nyeri haid ringan yaitu sebanyak 32 responden (61,5%)
2.    Tingkat nyeri haid setelah pemberian kunyit asam mayoritas tidak mengalami nyeri haid yaitu sebanyak 25 responden (48,1%).
3.    Hasil Uji Wilcoxon Signed RanK Test ada perbedaan antara hasil perlakuan dari sesudah dan sebelum pemberian kunyit asam dengan temuan Sig.=0,000 jadi nilai sig.<0,05.

Daftar Pustaka
1.    Abdul Muiz. 2015. Manfaat dan Cara Pembuatan Kunyit Asam.      (http://mazmuiz.co.id). di akses pada tanggal 11 Januari 2016
2.    Agus, H.A. 2011. Tanaman Obat Indonesia. Jakarta: Salemba Medika.
3.    Agus, Riyanto. 2010. Metodologi Penelitian Kesehatan. Bandung : Muha Medika
4.    Ahimsa. 2010. Pengaruh Kebiasaan Mengkonsumsi Minum Kunyit Asam Terhadap Keluhan Disminore Primer Pada Remaja Putri Di  Kotamadya Surakarta.
5.    Anurogo, D & Wulandari, A. 2011. Cara Jitu Mengatasi Nyeri Haid. Yogyakarta: Penerbit Andi.
6.    Data Register Klinik Pondok Pesantren Darul Hijrah Putri Tahun 2016.
7.    Data Register Klinik Pondok Pesantren Darul Hijrah Putri Tahun 2016
8.    Dannik K. S. 2012. Pengaruh Pemberian Kunyit Asam Terhadap Kejadian Disminorea Pada Remaja Putri Di Pedukuhan Dagen Pendowohardjo Sewon.
9.    Dyah Novita Anggrain. 2015. Nyeri haid. (http://www.klikdokter.com). Di akses pada tanggal 11  Januari 2016.
10.  Edmundson, Laurel D. 2006. Dysminorrhea Overvie. E-Medicine Emergency Medicine. Available from (http://emedicine.medscape.com/article/795677-overview/ di akses pada tanggal 05 Juni 2016
11.  Erlenie, Dia. 2016. Pengaruh Minum Kunyit (Curcuma Domestica Val) Dan Asam Jawa (Tamarindus Indica L) Terhadap Penurunan Nyeri Haid (Disminore)  Primer Pada Mahasiswi Akademi Kebidanan Angkatan 2014 Semester VI 2016 di Poltekes Kemenkes Banjarmasin.
12.  Hakimah, I.A. 2016. 81 Macam Buah Berkhasiat Istimewa. Yogyakarta: In Azna Books.
13.  Hariana, H.A 2014. Tumbuhan Obat dan Khasiatnya. Seri 1. Jakarta: Penebar Swadaya.
14.  Majalah Bidan. 2015. (http://www.majalahbidan.com). Di akses pada tanggal 26 Januri 2016
15.  Mansur, H. 2009. Psikologi Ibu dan anak untuk Kebidanan. Jakarta: Salemba Medika.
16.  Murti & Poerba. 2010. 101 Ramuan Tradisional untuk Mengatasi Berbagai Penyakit. Yogyakarta: Bintang Pustaka Abadi.
17.  Nordqvisi, Christian. 2014. Whats is pain? Penyebab rasa apa?. (http://www.medicalnewstoday.com). diakses tanggal 18 Januari 2016.
18.  Nurchasanah. 2014. Ensiklopedia Kesehatan Wanita. Yogyakarta: Familia.
19.  Olivia, Alam & Hadibroto. 2010. Minum Kunyit Asam. (htt://wisuda.unud.ac.id) di akses 18 Januari 2016.
20.  Profil Pondok Pesantren Darul Hijrah Puteri tahun 2016
21.  Pribakti, B. 2010. Menstruasi. Dalam: Proverawati A. (2014). Menarche Menstruasi Pertama Penuh. Yogyakarta: Muha Medika.
22.  Putri, M. 2011. Tanaman  Obat  yang  Harus  Ada  Dalam  Pekarangan  Rumah Kita. Yogyakarta: Sinar Ilmu Publishing.
23.  Sastrowardoyo. 2007. Sulit Hamil Akibat Nyeri Haid Endometriosis Dapat Diobati. (http://istrisehat.weebly.com) di akses pada tanggal 10 Juni 2016
24.  Simanjuntak, P. 2008. Gangguan Haid dan Siklusnya. Dalam : Prawirohardjo, Sarono, Wiknjosastro, Hanifa, edisi 2. Ilmu Kandungan. Jakarta : Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo, 229-232
25.  Sina , M. Yusuf. 2012. Khasiat Super Minuman Alami Tradisional Beras Kencur & Kunyit Asam Menyehatkan dan Menyegarkan Tubuh Tanpa Efek Samping. Yogyakarta : Diandra Pustaka Indonesia
26.  Rahariyani, D. 2008. Buku Ajar Asuhan Keperawatan Kline Gangguan Sistem Integumen. EGC. Jakarta.
27.  Vonny M & Ari.es W. 2013. Efektifitas Kompres Hangat Dalam Menurunkan Intensitas Nyeri Disminorea Pada mahasiswa Stikes RS.Baptis.  Kediri : STIKES RS. Baptis Kediri.
28.  Winarso. 2013. Pengaruh Minum Kunyit Asam Terhadap Penurunan Tingkat Nyeri Disminorea Primer Pada Siswi Madrasah Tsanawiyah Negeri Jatinom Klaten.
29.  Yani W, dkk. 2009. Kesehatan Reproduksi. Yogyakarta: Penerbit Fitramaya.
30.  Yunita, Y. 2014. Efektifitas Terapi Kompres Hangat Terhadap Tingkat Nyeri Haid (Disminore) Pada Remaja Putri Di SMAN 1 Rantau Kabupaten Tapin Tahun 2014. Banjarbaru.